Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Jumat, 13 Maret 2015

Property di Bali

Property di Bali, dijual Tanah, Dicari Tanah, Dijual rumah BUC, Dicarai Rumah dilokasi strategis, Kalimat itulah yang sering muncul di banyak media online maupun Off Line .  Sebuah fakta ,BISNIS dan investasi di sektor properti, sejak beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi indikator pertumbuhan ekonomi Bali yang terus meningkat.

Property di Bali,  pasarnya sangat jelas. Segmen menengah atas lebih menguasai peluang, sedangkan masyarakat kecil makin terpinggirkan , ini fakta . Fenomena itu cukup memberi gambaran kalau perkembangan properti Bali memunculkan dampak-dampak tertentu. Pesatnya perkembangan penduduk perkotaan memerlukan tambahan tempat tinggal orang-orang. Solusi rusun memang bisa-bisa saja.

Property di Bali, dengan sistem Rumah susun atau RUSUN   mungkinkah .Untuk merealisasikan rusun di Bali, kata praktisi arsitektur Bali, Rumawan Salain seperti dikutip Bisnis Bali, harus mempertimbangkan banyak hal. Bali yang dikenal Pulau Seribu Pura, begitu juga kultur dan budaya masyarakatnya yang mengakar kuat, semua itu harus tetap terjaga dan tidak terjamah oleh dampak-dampak perkembangan bisnis perumahan termasuk wacana pengembangan rusun di Bali.

Karena itu, salah satu aturan main yang harus diperhatikan adalah menyangkut ketinggian bangunan, selain berkait dengan masalah kesucian pura, maupun dari sisi zonafikasi kawasan harus sesuai dengan peruntukannya. Tujuannya dampak-dampak kurang baik yang ditimbulkan ke depan dapat diminimalisasi.

Sektor perumahan di Bali  terdapat peraturan yang ditujukan untuk membatasi ketinggian bangunan agar tidak melebihi tinggi pohon kelapa. Dalam Perda Propinsi Bali No. 16 Tahun 2009 , tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali, Pasal 95 Ayat 2 pada bagian b. antara lain berbunyi bahwa, ketinggian bangunan yang memanfaatkan ruang udara di atas permukaan bumi dibatasi maksimum 15 meter.

Kecuali bangunan umum dan bangunan khusus yang memerlukan persyaratan ketinggian lebih dari 15 meter, seperti menara pemancar, tiang listrik tegangan tinggi, mercusuar, menara-menara bangunan keagamaan, dan bangunan khusus, untuk kepentingan keselamatan dan keamanan lainnya berdasarkan pengkajian dan memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan keserasian terhadap lingkungan sekitarnya, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Pada poin c. pasal 95 juga menyangkut bangunan tersebut tidak mengganggu kegiatan-kegiatan keagamaan, kesucian wujud-wujud sakral yang ada di sekitarnya.
Pengembang PT Ski Land Development, Gde Semadi Putra mengungkapkan rusun memang lekat dengan berbagai dampak sosial dan budaya di Bali. Itu karena orang Bali kebanyakan hidup di rumah biasa, dan keberadaan rusun di Bali jelas akan menjadi bidikan kalangan warga pendatang, yang mencari kehidupan di Bali.

Program itu tak salah, cuma penerapannya di Bali harus memperhatikan aturan main yang ada. Jangan sampai akibat kemajuan sektor properti muncul rusun-rusun yang tak sesuai dengan zonafikasi dan ke depan memunculkan berbagai masalah. Contohnya, masalah kumuh dan persoalan sosial lainnya yang justru bisa menyebabkan masyarakat Bali tak nyaman berada di daerahnya sendiri.

Sebelumnya, praktisi hukum Unud, Prof. Setiabudi mengungkapkan, pemerintah mesti selektif menyikapi perkembangan sektor properti Bali. Bukan saja itu rusun, tetapi juga dampak-dampak lainnya seperti alih fungsi lahan yang kini makin mengkhawatirkan. Semua pihak mesti terlibat dalam menyikapi perkembangan sektor properti, utamanya yang berpotensi mengancam budaya Bali.

NAH itulah salah satu kondisi nyata Property di Bali.

GNP PROPERTY, ADALAH SOLUSI, Raih Impian miliki RUMAH, Tanp Ribet,Tanpa  Sedih, Tanpa Hutang, Hub HP 08123945684. Baca terus selesaI Semoga ini yang anda cari.
Ini adalah fakta; Banyak masyarakat belum punya rumah sementara harga rumah semakin mahal

Banyak masyarakat mencicil rumah atau properti di Bali dan juga disemua wilayah Indonesia problemnya sama  bertahun-tahun rumah tidak lunas malah kena sita dan dijual paksa. Ini adalah fakta: Banyak masyarakat belum punya usaha bisnis sendiri sedangkan MEA (Masyarakat ekonomi asean)2015 telah tiba, persaingan bisnis dan peluang kerja makin ketat. 

GNP, Global Network Property,  hadir memberi solusi, kami memiliki sistem bisnis HEBAT, merupakan yg pertama dan satu-satunya di indonesia, Dengan modal 5,5 jt bisa dapat bonus 1,5 Milyar plus plus plus, hanya dengan JOIN program retrading GNP,  di www.gnpproperty.com atau www.gnpbiz.com. Bisnis ini bisa dijalankan dari rumah dan smartphone/gadget anda darimana saja. 

GNP property, Cocok bagi anda yg ingin belajar bisnis online dan punya bisnis sendiri bidang agen/broker property, Networking bisnis nasional dan global, Media bisnis jual beli barang- jasa lainnya dan ikut menjadi owner GNP dengan membeli SAHAM perusahaan utk menuju Go Public sebagai perseroan terbuka, Cocok untuk ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa/mahasiswi, bapak-bapak yg suka jalan-jalan, karena akan banyak manfaat tambahan, tambah teman, tambah sibuk/isi waktu luang, tambah rejeki, tambah happy, tambah Saldo tabungan dan tambah kembangkan mental dan jiwa entrepreneurship. 

GNP Property, Balik modal sangat CEPAT. PENTING! Hanya untuk anda yg ingin KAYA dan SUKSES! Tempat daftar dan meeting bisnis hubungi GNP Group, Jl. Nangka Utara 327 x denpasar,sebelum pertigaan jalan kemuda, sebelah selatan balai banjar tangguntiti, kiri jalan jika dari arah selatan. Dapatkan discount special 60% atau hanya dg 2,2 jt saja sampai akhir tahun ini dan raih Hadiah bonus Tahapan berupa:(baju kaos unik, bb/smartphone, sepeda motor, dan Mobil)  dibimbing langsung oleh Bpk John Sadewa bersama team bisnis GNP, Sekali lagi HP 08123945684 

 "Bersama GNP Menuju SUKSES!" :)









0 komentar:

 
Powered by Blogger