Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Kamis, 30 Januari 2014

Haruskah Penyiar Memperkaya Diri

He he belum lama ini ada yang terkejut ada penyiar yang di bayar Rp 3000 perjam radio mana yang dimaksud di Bali masih belum jelas.

Tapi walau tidak disebut saya menilai masih ada pengelola radio siaran memanfaatkan hobi dan iseng isengnya seseorang jadi penyiar radio. Bahkan saya melihat dan merasakan sendiri ada radio yang memanfaatkan rasa ingin ngetop atau terkenal sang penyiar sehingga dibayar dikitpun tidak masalah. Biasanya ini terjadi pada penyiar penyiar muda yang masih suka " ha ha hi hi" siarannya atau bujangan

Bangga jadi penyiar mengalahkan kebutuhan hidup. Saking bangga dan bahagia jadi penyiar sampai tidak sadar kalau materi tidak dikejar. Celakanya kondisi happy sang penyiar dengan gaji sauprit itu dibawa sampai ia berkeluarga . Disinilah mulai timbul konflik bathin yang berujung  penyiar itu berhenti jadi penyiar memilih kerja bidang lain. Atau "bedol desa" ke radio tetangga.

Tidak salah dengan hobi tapi akan salah bila kita tidak tahu kalau kita punya nilai. Kita terkadang tidak percaya bahwa kita punya nilai tawar.

Dulu saya sempat menjadi kutu loncat radio karena selalu mencari hal baru dan tentu gaji baru dalam profesi. Tapi setelah keliling radio saya malah jadi punya kesimpulan sendiri TERNYATA TIDAK ADA SATU INSTITUSI RADIO YANG BIKIN KAYA PENYIARNYA YANG ADA ADALAH PENYIAR YANG MAMPU MEMANFAATKAN EFEK KEPENYIARANNYALAH YANG AKAN MEMBUAT "KANTONGNYA TEBAL" atau PENYIAR YANG NYAMBI BERBISNIS. Kalau dijabarkan lagi tidak ada stasiun radio yang ideal bagi penyiarnya. Silahkan cari ada tidak stasiun radio saking hebatnya bisa mempekerjakan karyawan/penyiar menjadi kaya karena gajinya tinggi.

Terkadang penyiar sudah begitu gampangnya berhenti jadi profesi lain karena kalau dipertahanjan nggak bisa "hidup" .

Jadi buat teman teman penyiar di Bali silahkan jalani profesi anda sebagai penyiar dengan cara anda dan lakukan kreatifitas halal dan terpuji anda secara pribadi diluar urusan perusahaan untuk MEMPERKAYA DIRI. Silahkan kalimat saya anda terjemahkan dengan sebaik baiknya. Bila anda ingin share sebaiknya bikin semacam komunitasnya agar bisa saling berbagi dan sama sama sukses. Jangan mengeluh dan jangan terlena dengan kondisi lakukan  apa yang menjadi kelebihan anda untuk menjadi penyiar profesional sekaligus membuat efek efek profesional yang bermanfaat sekali lagi untuk MEMPERKAYA DIRI namun tetap tidak meninggalkan profesi penyiarnya.

Lebih baik mari kita berbisnis tapi kita ngerjakan hobi jadi penyiar partime.

0 komentar:

 
Powered by Blogger