Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Rabu, 26 Juni 2013

Gaji Penyiar dan Pengemis


Mungkin amatan  tentang penghasilan pelaku "bisnis kasihan" jarang yang mengungkap, atau masyarakat belum tahu bisnis kasihan itu memang benar benar sangat menggiurkan . Nah apakah  anda selaku anggota masyarakat bila sudah  mengetahui sepak terjang bisnis kasihan ini apakah  bakalan tidak kasihan lagi kepada pelaku bisnis kasihan ? Hmm..kalimatnya mungkin agak kusut .
Dan ternyata pelaku bisnis kasihan dan masyarakat yang terkena "korban" rasa kasihan rupanya sama sama bertumbuh. Pemberi dan penerima sama sama tumbuh subur.
Saya pernah membaca artikel yang mengatakan  gaji tukang kasihan atau tukang rasa iba di Jakarta bisa di hitung per kedipan lampu traffict light .
Ilmu ngemis semakin maju saja kelihatannya . Padahal kursus sekolah ini tidak ada apalagi workshopnya juga tidak pernah ada ,  tapi kenyataannya mereka sebenarnya bisa jadi sering  tukar pikiran atau share ilmu ngemis. Dan bisa pakai ilmu peniruan juga.
Belum lagi kalau mereka pulang kampung mungkin ada yang terkejut hasil jualan rasa iba nya  bisa bangun rumah sangat layak  dikampungnya.
Apakah dengan informasi ini akan merusak citra pengemis?. Jadi susah ya menentukan pengemis yang bener bener  menderita tulen  dan pengemis yang bukan pengemis.
Apakah selaku penyiar radio  ,pegawai bank, anggota DPR atau Direktur  ada yang menyamai penghasilan tukang kasihan ini ?. Atau belum sempat  mengukur penghasilan anda dengan  pengemis anda sudah menggerutu iri atau gimana gitu  he he ....dan untuk penyiar radio yang paling penting jangan harap meminta mereka untuk beriklan  di Radio ha ha ..karena gerak dan bahasa tubuh serta suaranya sudah sangat menjual untuk tumbuhkan rasa kasihan . Bukankah pertumbuhan pengemis itu juga karena sang pemberinya tidak berkurang .
Mungkin saja info ini bisa ditilik perdaerah di indonesia. Jadi bisa jadi besaran penghasilannya beda  tiap daerah . Dan sepertinya tiap daerah di Indonesia memang sedang dipusingkan masalah ini sepertinya juga tidak ada pengurangan karena memang sangat kompleks tapi ari kondisi komplek tersebut solusi yang baik sementara ini adalah jangan memberi.
Suara MERDEKA.COM menurunkan laporannya tentang  "Bisnis Kasihan" ini
Benarkah para pengemis yang setiap hari lalu lalang itu hidup menderita? Ternyata tidak semua.
Petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menemukan fakta mengejutkan. Dalam sehari, pengemis di Jakarta bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.
"Kalau yang segitu biasanya didapat pengemis dengan tingkat kekasihanan yang sangat sangat kasihan. Seperti pengemis kakek-kakek atau ibu-ibu yang mengemis dengan membawa anaknya," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).ag
Kemudian, lanjutnya, untuk pengemis dengan tingkat kasihan yang standar atau biasa saja dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Itu seperti anak-anak jalanan yang saat mengemis mengandalkan muka memelas," tuturnya.
Satu hari Rp 1 juta, kalikan 30 hari. Pengemis ini bisa dapat Rp 30 juta per bulan. Bermodal perkusi dari tutup botol, anak-anak jalanan mengantongi Rp 12 juta lebih.
Maka silakan bandingkan dengan gaji manajer di Jakarta. Penelusuran merdeka.com, gaji manajer di Jakarta rata-rata berkisar Rp 12 hingga 20 jutaan. Gaji pemimpin cabang sebuah bank rata-rata Rp 16 juta. Sementara Kepala Divisi Rp 20 juta.
Rata-rata butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi seorang profesional mencapai level manajer. Tak mudah mencapai posisi itu.
Untuk fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dan tak punya pengalaman kerja. Kisaran gajinya Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Jika beruntung, ada perusahaan yang mau memberi hingga di atas Rp 4 juta. Tapi sangat jarang.
"Saya kerja jadi teller di bank. Sudah lima tahun, paling bawa pulang Rp 4 juta. Kaget juga dengar pengemis bisa dapet belasan sampai Rp 30 juta," kata Rani, seorang pegawai bank pemerintah saat berbincang dengan merdeka.com.
Luar biasa memang. Gaji seorang manajer kalah oleh pengemis. Teller bank yang selalu tampil cantik dan modis, gajinya hanya sepertiga anak jalanan yang bermodal tampang memelas.
"Karena pendapatan yang terbilang fantastis itulah, para pengemis enggan beralih profesi. Cukup bermodal tampang memelas, tanpa skill apapun mereka bisa dapat uang banyak dengan mudah," kata Miftahul Huda.
Dia menambahkan maraknya pengemis dan gelandangan yang tersebar di Ibukota disinyalir sudah teroganisir. Diduga ada sindikat yang mengatur kelompok pengemis yang kerap mendrop mereka di suatu tempat untuk kemudian 'beroperasi' di wilayah yang telah ditentukan.
"Kita pernah menelusuri ke kampung halamannya. Dan memang nyatanya mereka punya rumah yang bisa dibilang lebih dari cukuplah di kampungnya itu. Itu fakta yang kita dapatkan," jelas Miftahul.
Untuk itu, Miftahul mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan menyalurkan ke tempat yang tepat.
"Dengan menyalurkan ke badan zakat yang resmi, akan disalurkan ke yang berhak menerimanya. Dan secara otomatis ini mengurangi pengemis, karena tidak ada yang mau memberi di jalan," tandasnya.
Sumber: Merdeka.com

0 komentar:

 
Powered by Blogger