Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Senin, 20 Februari 2012

Membaca Berita Yang Baik dengan Titik Koma dan Garis Miring

Betapa besarnya peranan koma dan titik dalam proses membaca naskah. saking besarnya maka saya menyebutnya ini sebagai "roh" nya baca berita . Silahkan kita baca naskah/berita  tanpa koma dan titik saya yakin anda akan kehabisan napas  bukan itu saja  pesan yang disampaikan dalam naskah/berita menjadi sangat tidak jelas bahkan bisa timbul salah pengertian  .  Dalam dunia Radio atau TV ada satu standard yang sering kita temui dalam penulisan berita atau naskah berita  yaitu dengan menggunakan tanda baca titik (.) atau tanda baca titik diganti dengan tanda setrip dua deret  seperti // (sebagai simbol titik) dan setrip satu (sebagai simbol koma) . Tanda koma(,) digunakan setrip satu yaitu /. Simbol koma dengan setrip satu ernyata dalam praktek   mempengharuhi kelincahanan kita dalam membaca naskah. 

Ini adalah pengalaman pribadi  jadi jangan dianggap ini adalah sebuah kesimpulan dan dengan hasil pasti. Pengalaman pribadi saya adalah saya lebih suka membaca naskah tanpa menggunakan tanda baca setrip dua satu tapi  lebih suka menggunakan tanda baca titik koma. Jadi ini hanya maslah kebiasaan saja maklum di radio saya menggunakan standard  titik koma biasa bukan setrip satu setrip dua.

Pengalaman sebagai VO (voice over ) di Bali Tv yang menggunakan standard  tanda baca Setrip dua setrip satu lebih banyak take ulang saat record karena justru tanda setrip satu (/) sering mengecohkan saya . Bisa jadi ini penempatan setrip satu yang salah sasaran dari sang editor dan bisa juga karena yang membaca sendiri terkecoh dengan setrip satu (/) karena kebiasaan membaca dengan menggunakan tanda baca titik koma(.,)

Tapi ingat  sekali lagi ini hanya penilaian yang lebih pada pengalaman pribadi . Lancar tidaknya membaca naskah intinya pada kesiapan dan kejelian kita bukan hanya semata karena tanda baca . Ketika membaca ketemu kalimat atau istilah asing juga bisa menjadi penyebab ketidaklancaran  suara kita. Maka dari itu lebih baik kita selalu belajar dari semua sistim dan semua standard apapun agar membaca kita lebih piawai. (Bram wijaya)


0 komentar:

 
Powered by Blogger