Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Jumat, 17 Februari 2012

Cara Baca Berita Yang Baik Agar Tidak "Seperti Robot"

Pernahkah anda mendengar seseorang baca berita kaya robot,datar tidak ada intonasi tanpa ekpresi dan penjiwaan yang mendalam . Seandainya ada intonasi dia gunakan intonasi yang salah sasaran . Kenapa terjadi seperti itu ? : Itu pasti karena ketidaktahuannya  dan celakanya tidak ada yang mau menegur atau mengasih tahu dan yang menegurpun mungkin kalau diminta  memberi contoh  belum tentu bisa makanya  yang paling baik yang sering saya katakan tiru dan tiru penyiar yang menurut anda pas . Akhitrnya kesalahan itu dibiarkan saja seolah-olah itu dianggaop cara baca berita yang benar oleh yuniornya akhirnya timbulah gaya-gaya yang aneh dalam baca berita.

Berdasarkan apa yang saya geluti sebagai tukang jualan suara /voice over . Proses pembelajaran itu akan terjadi ketika suka MEMBANDINGKAN cara baca kita dengan penyiar radio tetangga misalnya atau penyiar -penyiar tv /radio kaliber nasional . Jadi sukalah membandingkan dan sukalah meniru mesti kita harus jadi diri kita sendiri tapi dalam urusan cara membaca yang berita yang baik ada standard yang mesti sama walaupun karakter suara beda. 


Banyak pengis suara saya perhatikan  ketrika membaca berita pikirannya menerawang dia membaca berita hanya ingin menuntaskan kewajibannya sehingga akhirnya suaranya "tidak ada roh". Inilah yang saya anggap kaya robot . Robot itu memang pintar tapi katanya banyak para ilmuwan belum bisa membuat robot yang memiliki feeling ,memiliki insting

Dalam membaca naskah berita penting untuk memiliki insting untuk menyeruakan kumpulan kata yang diucapkan sambung menyambung tanpa henti atau jeda . Inilah yang saya sebut sebagai satu  kesatuan bunyi . Baiklah  seperti ini : ketika kita membaca naskah umpamanya :  " Saksi dalam kasus wisma atlit saat memberikan kesaksiannya kebanyakan mengatakan lupa. Bahkan kalau dihitung-hitung sebagian besar apa yang diucapkan saksi dijawab dengan "saya lupa " . ...Nah itu adalah kalimat yang saya susun . Kata yang tercetak tebal tersebut diucapkan dengan suara sambung menyambung tanpa henti dan jeda sedangkan yang tidak dicetak tebal sebagai kata yang kena posisi jeda .  Jeda dalam pengertian saya tidak nyambung jadi mesti agak di pisah bunyinya. 

Baik kita bikin kalimat lagi misalnya : Beras di pasar tradisional poh gading menembus angka 10 ribu rupiah perkilo . Harga sembako lain seperti gula, minyak goreng dan terigu juga merangkak naik. Kondisi harga yang tidak stabil ini membuat pemerintah daerah mengadakan operasi pasar.  Yang dicetak tebak hitam adalah satu kesatuan bunyi kemudian jeda sejenak lalu teruslah bicara dikelompok tulisan yang merah dengan pengucapan tanpa jeda. Menegerti khan yang diamasud dengan satu kesatuan bunyi.

Bagai saya mengetahui mana satu kesatuan  bunyi  atau  satu bunyi dan bunyi terpisah  bukan sesuatu yang rumit kalau sudah terbiasa ini akan  menjadi insting.  Makanya kalau saya rekaman  voice over berita Tv ketika ada salah baca saya akan selalu mengulang di awal kalimat setelah titik bukan pengulangannya dipertengahan kaliamt pada saat koma. Semoga  tips singkat ini bermanfaat . Untuk lebih jelasnya satu kesatuan bunyi dalam membaca berita dengarkan siaran saya di  web ini via live streaming global fm Bali. Senin sampai sabtu pukul 10 -12 wita  (bram wijaya)



Sumber gambar :http://av.r.ftdata.co.uk/files/2010/01/robot.jpg

0 komentar:

 
Powered by Blogger