Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Selasa, 17 Januari 2012

Acara Usang Radio Yang Masih Disuka


Acara usang yang  belum  ditinggal  pendengarnya masih banyak kita pantau di radio -radio , buktinya sampai sekarang masih banyak acara yang berbasis pilpen atau pilihan pendengar masih disuka oleh radio siaran . Pilihan  pendengar dimana pendengar request lagu dan menyapa pendengar lain.. Dan ini sekaligus acara yang tetap disuka di radio manapun yang saya pantau .Dan Pilpen  ibaratnya  "mode baju" yang selalu jadi mode apalagi dikenakan oleh peragawati yang sexy yang piawai lenggak lenggok  .Penyiar disini memegang peranan penting ibarat peragawati atau peragawannya.

Ada yang memformatnya dengan mempertahankan  gaya klasik jaman dulu dari penyiar sampai backsoundnya tidak pernah diganti ganti . Hmm..mungkin ini arti dari kekuatan backsound jadi pendengarnya  kangen terus dengan acara ini atau memang penyiarnya yang lebih memiliki "energi". Ada juga yang menambah fasilitas SMS,FB BB,biar gaul.

Setidaknya selama pergantian generasi pendengar acara berbasis pilpen  ini akan selalu disukai oleh generasi baru pendengarnya . Ada yang masih mempertahankan acara itu tapi di isi dengan fasilitas SMS dan Face Book supaya lebih gaul dan akselerasi lebih baik. Apalagi acara ini akan menjadi daya tarik bila membumbuinya dengan lagu daerah setempat atau dengan bahasa komunikasinya menggunakan bahasa daerah.

Acara TV terutama TV lokal juga sudah banyak mengadopsi  acara radio yang berbasis seperti pilpen ini . Namun di Tv tidak bisa jor-joran sspeti di Radio. Alasanya sederhana faktor durasi agar efektif. TV menghindar acara ini dikatakan "radio banget"

Yang namanya pilihan pendengar biasanya saking banyak penggemarnya penyiar tersebut hanya sempat memutar lagu barang dua tiga dalam satu jam bahkan kalau dipotong iklan hanya play satu lagu saja . Dan resikonya pendengar yang request lagu banyak yang tidak dikabulkan permintaan lagunya. . 

Tapi bagi yang lain acara ini mungkin menjadi membosankan bila penyiarnya hanya bergaya kaya robot tanpa memiliki jiwa entertainment . Bila pilpen menggunakan sistem telpon maka ada kekuatan dominasi pendengar tertentu saja yang bisa masuk ke telpon untuk mengudara . Bahkan ada pendengar lain yang menggerutu dengan mengatakan ah bosan itu itu saja yang masuk .Saya merasa yakin bahawa banyak pendengar pendatang baru yang antri untuk bisa bicara ikut  acara ini tapi tanggal karena masuknya "orang itu itu saja " .

Solusinya memang perlu Standard Siaran yang mengatur tentang berapa jumlah pendengar yang masuk dan durasi yang  diberikan misalnya setiap pendengar hanya diberi waktu 1 Menit dan mengatur tentang jenis lagu yang dikabulkan dan lain-lain. Perlu pengaturan lalulintas telpon misalnya menyediakan dua telpon untuk pendengar lama dan pendengar baru atau apa saja yang sifatnay mempermudah dan membuat 'magnit' bagi audiensnya. (Bramwijaya)







0 komentar:

 
Powered by Blogger