Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Jumat, 01 Juli 2011

Tips Wawancara Dengan Motivator Bisnis

Benarkah wawancara dengan seorang motivator bisnis itu ada trik dan tips tersendiri?. Secara umum sebenarnya wawancara dengan siapapun intinya seorang penyiar mesti mampu menyesuaikan diri dengan typical orang yang diwawancarai. Yang menjadi problem adalah ketika narasumber orangnya sangat familiar dan open mind serta pintar bicara tapi penyiarnya sebagai nakhoda tidak mempunyai "kecerdasan komunikasi" atau tidak siap. Ini yang sering saya rasakan di Tv dan Radio

Seperti kita ketahui banyak type motivator yang kita temui : Ada yang kalau bicara suka "meledak-ledak" dan suka teriak. Ada type motivator yang jiwa enetertainnya begitu baik Ada juga motivator yang bicara wajar tapi kalimat penuh makna . Juga ada type motivator kalem tapi bicara penuh kesejukan dan dibumbui spiritual dan lain-lain.Lalu bagaiaman penyiar mesti  memposisikan diri ?

Contoh ketika narasumber yang "pintar" tersebut bicara dengan bahasa komunikasi yang singkat dan tidak bertele-tele tapi di penyiar justru bertanya muter-muter dan panjang,akhirnya lepas dari content. Kemudian ketika narasumber sangat familiar suka "ngelucu" penyiar tidak punya respons untuk tertawa. Wah penyiar ini mungkin "urat kelucuannya putus" mungkin.

Tentang penyiar yang ikut tertawa itu sah-sah saja dan jangan ditahan karena sebuah wawancara yang dicara adalah wawancara yang "hidup" wawamcara studio itu sebenarnya sebuah transformasi seperti dalam kehidupan nyata diluar secara alami . Ingat narasumber itu wataknya beda-beda jadi biarkan dia memperlihatkan wataknya tanpa kita atur . Justru penyiarlah yang mesti bekerja keras untuk menghidupkan suasana.

Menghidupkan suasana tidak mesti dengan suasana yang akrab dan penuh kehangatan tapi juga suasana haru ,sedih itu juga sebagai suasan yang hidup. Suasana "hidup" mesti dibangun dengan tombol pemicunya sang penyiar.

Sering terjadi orangyang pada dasarnya takut diawancarai tapi ketika diudara narasumber menjadi enjoy dan kerasan diwawancara karena sang penyiar yang mampu memposisikan diri .

Lalu sekarang bagaimana menghadapi wawancara dengan narasumber yang juga sekaligus motivator handal dan pintar bicara ?.Ya mutlak diperlukan penyiar yang bermental yang sama yaitu pintar bicara .Tapi yang lebih penting adalah penyiar yang pintar bertanya dan responsif.

Responsif bisa dijabarkan. 1. Responsif ketika ada kalimat yang terlontar belum dimengerti mesti dikejar 2. Respon ketika ada pernyataan yang lucu maka "urat syaraf lucu" dari penyiar perlu "diaktifkan " anda mesti tertawa yang alami . 3. Posisi penyiar walaupun sebagai pewawancara dia mesti memposisikan jadi pendengar/penonton sehingga penyiar berhak untuk turut memiliki perasaan terkesima dan emosinya terbangun secara wajar .

Ada juga type motivator yang bicara meledak-ledak bahkan teriak maka penyiar hadapi tidak perlu bertanya dengan teriak juga he he he tapi cukup semangat dan tegas saja nah kecuali kalau moitavator itu suka ngelucu dan anda penyiar yang sensitive urat lucunya akhirnya tertawa terbahak-bahak menurut saya tidak apa -apa.

Jadi singkatnya responsif adalah ;Penyiar mesti tergugah emosinya ketika terlontar kata demi kata yang keluar dari mulut sang motivator. Ingat posisi anda adalah sama dengan motivator. Bahkan motivator sehebat apapun kalau cara anda berkomunikasi dalam wawancara kurang responsif maka akan menenggelamkan sekian persen kehebatan sang motivator tersebut sehingga acara menjadi mentah .Kedatangan motivator itu ibaratnya harum tanpa makna dan tidak menggerakan hati orang untuk sukses. Bukankah motivator untuk ahli penggerak hati orang untuk action?.(bramw)


0 komentar:

 
Powered by Blogger