Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Sabtu, 05 Februari 2011

Budaya baca Vs Audiobook


Benarkah masyarakat saat ini sudah semakin berkurang budaya bacanya ? kalau benar apa penyebab dari ini semua ?. Apakah karena faktor mobilitas manusia yang tinggi ? atau hanya masalah kebiasaan saja. Walaupun belum ada penelitian yang mendalam tentang budaya baca sepertinya budaya baca bakal bersaing dengan budaya “nguping” atau budaya dengar . Akankah budaya nguping akan mengalahkan budaya baca ?.
Banyaknya masyarakat yang mulai beralih ke Audiobook apakah ini pertanda budaya nguping jadi keniscayaan abad yang akan datang? Semua pertanyaan itu memang belum punya jawaban pasti . Tapi tanda-tanda itu sudah ada .

Tulisan ini tidak mempersoalkan makin banyak atau sedikit dua budaya itu tapi hanya menginformasikan ada pekerjaan baru bagi seorang Voice Over Talent,bahwa suaranya mulai dilirik oleh para pencetak buku . Lalu kenapa dan siapa yang menyukai Audiobook itu sebenarnya?.


Dari berbagai sumber Audiobook artinya adalah buku bersuara itu pengertian sederhananya . Sebenarnya sudah lama benda ini dipakai namun keberadaannya masih menjadi sesuatu yang asing karena dibuat hanya untuk kebetuhan saudara-saudara kita Tunanetra . Karena keterbatasan para tunanetra tidak bisa membaca buku maka diciptkanlah buku bersuara. Walaupun mereka bisa membaca dengan hurup braile tapi diantara mereka akan lebih nyaman dengan mendengar buku bersuara atau audiobook.

Dalam perkembangan jaman Audiobook tidak hanya diguanakan oleh para Tunanetra tapi juga oleh orang yang normal . Kenapa mereka membutuhkan audiobook ? bisa jadi karena budaya baca masih kurang dan kebanyakan mereka ingin praktis dan mobilitas begitu tinggi maka dipakaialah kebiasaan “nguping” gaya baru. Ini sebenarnya sebuah peluang bagus bagi kawan-kawan yang mempunyai hobi utak-atik audio dan suara vocal untuk diberdayakan dalam pembuatan Audiobook.

Konon dengan mendengarkan audio book daya serap otak itu lebih tinggi daripada membaca ini juga belum jelas risetnya tapi kita tunggu saja siapa tahu dengan tulisan saya ini ada para ahli yang mulai meneliti. Mungkin saja kelemahan dari audiobook ini tidak bisa untuk menyuarakan buku fisika dan matematika yang ribet dan njlimet.

Audiobook juga lebih sederhana daripada membawa buku yang tebal karena audiobook saat ini banyak terdapat dalam bentuk digital sehingga hanya dengan memiliki media pemainnya saja untuk menikmatinya misalnya dengan memasukan data Audiobook ke Handphone atau perangkat player digital lainnya . Jadi kalau anda memiliki koleksi buku sampai 100 buku bisa dirubah dalam layanan audiobook karena dengan mudah dibawa kesana kemari tanpa kelihatan ribet dan keberatan.

Dalam amatan saya sendiri ada Buku fisik yang menjadiakan Audio book sebagai penyerta yang mutlak dilampirkan seperti Buku –buku meditasi ,buku terapy kesehatan dengan hypnosis dan sebagainya..
Dalam visi kedepan bisa saja terjadi seseorang mengirimkan proposal disamping dengan tulisan juga ada audionya. Kenapa orang sampai mendengarkan proposla dengan suara? Karena mungkin saja karena mobilitas yang tinggi dari para bos mungkin saja sambil nyetir mendengarkan audioproposal .

Beberapa buku yang dikarang seperti buku fisik atau jenis ebook banyak yang sudah melampirkan versi audiobook-nya sebagai service layanan untuk mempermudah konsumennya.
Tehnologi dan perilaku manusia yang suka praktis efek dari moniltas yang begitu tinggi berimbas manusia cenderung ingin cepat dan instant dalam membaca isi buku. Disamping itu menurut amatan saya pribadi budaya dengar masih tinggi daripada budaya baca.

Voice Over Talent ruang lingkup kerjanya semakin melebar dan semakin dicari terutama Voice Over Talent yang mampu menggeber suaranya sampai 100 halaman .dalam kondisi ini bukan durasi lagi yang dihitung tapi perhalaman. Bukankah ini peluang bisnis bagi penyiar atau siapa saja yang memiliki suara yang berkarakter .

Nah bagi anda yang ingin menyertakan audiobook untuk bisnis buku fisik atau ebook anda baik silahkan hubungi kami . Tentu dengan Voice Over saya sendiri . Untuk kawan-kawan penyiar yang lain ayo ikuti jejak saya … (Bramwijaya)


1 komentar:

Imam blogger simpel mengatakan...

setahu aku, memang tidak semua orang suka membaca, jadi ada juga yang lebih suka mendengarkan , , ,

 
Powered by Blogger