Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Jumat, 02 Juli 2010

Hati-Hati Bikin "Siaran Tunda"


Oleh : Novita Dwi Iswara

Peristiwa keisengan seseorang dengan merekam kegiatan “berkuda lumping” dengan camera atau handphone menurut saya kalau mengambil istilah dunia siaran sama saja dia mempunyai rencana “Siaran Tunda”.
CEPAT atau LAMBAT akan tersiarkan entah dengan cara seperti apa dan kondisi seperti apa yang jelas ada sebuah resiko yang besar menghadang ,apalagi dengan perkembangan tehnologi . Dan tehnologi ini tentu tergantung siapa yang memanfaatkannya . Tehnologi yang kita rasakan seperti pisau bermata dua .


Banyak orang memang tidak berniat mempublikasikan adegan pribadi itu tapi mekanisme sang “waktu” video atau photo akan disiarkan tanpa anda kehendaki . Yang buat rekaman harus sadar bahwa resiko yang terjadi akan sangat besar karena :

1. Tehnologi akan membuat segalanya lebih mudah dan berefek sesuatu yang tidak disangka sangka
2. Akhirnya akan diketahui karena unsur “sial” dan unsur “teledor”.
3. Dan yang membahayakan adalah bila file tersebut jatuh pada pihak ketiga yang suka lihat orang
Menderita.

Kampanye untuk tidak merekam “siaran tunda” jenis apapun yang membuka wilayah zona pribadi sudah banyak dilakukan namun lebih jauh lagi sebenarnya bukan urusan “siaran tunda” zona mesum saja . Tapi lebih dari itu kampanyekan tapi juga perbuatan lain seperti perbuatan korup ,penipuan,penggelapan,pembunuhan dan segala kejahatan lain bukankah itu juga merupakan siaran tunda yang akan bisa diketahui melalui mekanisme sang alam yang dikendalikanNYA yang mengatur semua agar “ketahuan “.

Terlalu banyak cerita tentang orang baik dan alim ternyata karena tehnologi dan karena kecerobohan disertai keisengan membuat masyarakat terperangah dan semua bergumam “..oh tidak menyangka si A kok seperti itu ..” Cemo-ohan lingkungan seakan sebagai pengadilan super cepat diterima sipelaku mendahului vonis hakim.

Banyak orang “bernyanyi “ ketika aibnya terungkap dan ia tidak ingin aibnya ia tanggung sendiri lalu ia sebut satu persatu orang yang terlibat. Bukankah peristiwa seperti ini sering kita lihat dalam beberapa kasus, misalnya kasus korupsi.

Ada dua tempat yang bakal menyiarkan rekaman jejak kita yaitu di dunia atau di akhirat . Kalau tidak ketahuan di dunia ya di akhirat . Guru-guru agama sering mengatakan baik buruk kelakuan kita akan dicatat oleh Malaikat dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Catatan itu sangat teliti tidak ada kesalahan catat tidak ada kesalahan rekam apalagi rekayasa rekaman .
Tidak ada yang bisa mencegah rekaman itu tidak disiarkan semua pasti “tersiarkan di alam sana” tidak ada proses edit sedikitpun. Bahkan tidak ada pengacara yang bisa bermain lidah membela sang pelaku . Tehnologi yang dibuatNYA tidak mungkin kita bayangkan kecanggihannya dan tidak ditemukan di alam fana ini.
Jadi lebih baik kita buat rekaman kelakuan kita agar bermain lebih manusiawi sesuai nilai-nilai prinsip agama yang kita anut. Tidak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan tapi jangan ragu untuk jalankan kebaikan terus agar jumlahnya lebih banyak dari kesalahannya.

Kita tidak perlu berbuat baik dengan harapan diketahui oleh orang dan dapat pujian , kita tidak perlu menyumbang panti asuhan lalu mengundang wartawan dengan tujuan perbuatan baik kita diketahui banyak orang dan kita dicap golongan orang baik.

Tanpa kita membawa alat rekaman dan gembar-gembor berbuat cara seperti itu ,yakinlah semua sudah direkam oleh sang Maha Pemberi kehidupan .
tanpa harus orang lain tahu kita berbuat baik .Tuhan disana tidak pernah tidur maka berperasaanlah bahwa Tuhan melihat kita . Manusia memang bukan Malaikat tapi berbuat baik memang pantas untuk manusia .

Jadi mau iseng bikin rekaman yang di siarkan secara tunda , lebih baik ditunda saja atau tidak lakukan untuk selamanya .Lebih baik bikin siaran tunda untuk berbuat amal shaleh yang tidak diketahui orang tapi diketahui oleh yang Maha Mengetahui. (dari : Novita DwiIswara,special untuk Bram's voice)




0 komentar:

 
Powered by Blogger