Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Kamis, 01 April 2010

SHORT SPOT UNTUK RADIO


Seperti kita ketahui produk radio adalah program acara maka yang kita jual pada client adalah acara . Semakin acara itu menarik maka banyaklah pengiklannya . Tapi ada juga stasiun radio program sudah menarik iklannya seret . Nah ini perlu didiagnosa penyakitnya apa . APakah team penjualan yang kurang piawai atau karena sedang krisis sehingga semua mengurangi budget iklan . Tapi disisi lain ada radio yang acaranya biasa-biasa dengan penyiar yang biasa-biasa kualitasnya tapi iklan banjir .Kalau urusan seperti ini biarlah para awak radio menganalisanya.

Tulisan ini bukan memposisikan diri sebagai ahli pemasaran radio tapi saya hanya bercerita atas dasar “rekaman peristiwa “ saya sebagai awak radio yang belajar meneliti apa yang saya rasakan dan lihat . Bila tidak relevan abaikan bila masuk akal yah syukurlah.
Begini …Jarang saya dengar sebuah iklan radio durasinya super pendek dengan durasi 10-15 detik . Padahal ini adalah potensi baru buat radio untuk menambah penghasilan atau radio yang masih seret dengan iklan bisa coba untuk memasarkan iklan shor spot . Greget iklan pendek ini ternyata belum digregeti oleh radio . Hanya tV yang gencar dengan short spot ini .
Di Radio jangankan iklan pendek iklan yang panjangnya dua setengah menitpun ada di Radio saya tahu karena saya yang produksi dan sekligus yang isi suaranya dan di radio tetangga juga banyak saya dengar . Alasannya kenapa iklan sampai panjang semua serentak menjawab permintaan client, wah permintaan client tapi harga tetap .
Dan ketika iklan panjang itu tayang sayapun terus terang ogah untuk mendengarkannya sekalipun iklan itu voice over (VO) nya pakai suara saya sendiri dan saya yang produksi . Walaupun client mengatakan puas tapi terkadang bathin saya sebagai sipembuat tetap malas untuk dengar. Apalagi skenarionya yang tidak boleh dirubah .
Sebelum kita lanjutkan bicara tentang short spot ,anda saya ajak untuk cerita masa lalu ketika saya jadi anak kos-kos-an dimana uang masih nebeng sama orang tua, masa-masa itu saya harus ngirit dan perhitungan pada pengeluaran , wajarlah karena saya belum kerja dan uang masih disubsidi orang tua . Tiap seminggu sekali saya pasti sempatkan mampir ke supermarket langganan saya .
Saya lihat di etalase banyak produk shampo botolan yang saya baca label harganya lumayan mahal ukuran anak kos , kemudian ada produk parfum yang harganya juga mahal , tidak ketinggalan ada susu kaleng juga saya anggap mahal. Ada roti kaleng juga mahal , yah apa –apa yang saya lihat untuk ukuran anak kos selalu saya anggap mahal sampai sayapun geleng-geleng kepala . Lalu pertanyaannya apakah saya tetap akan beli produk tersebut?. Ya saya tetap beli karena itu kebutuhan pokok , lalau bagaiaman caranya ?
Saya beli bukan ukuran botolan,bukan juga ukuran kalengan dan bukan ukuran bungkusan gede tapi sachet-an . Untung saja produk-produk tersebut yang juga mengeluarakan ukuran sachet-an ,selamatlah saya tetap bisa membeli . Saya anggap produsen cukup cerdas menyikapi lapisan konsumennya
Dari cerita itu saya berpikir kenapa ya untuk produk dengan katagori jasa seperti radio ini justru jarang mencontoh produk-produk fisik yang selalu menjual dengan berbagai ukuran . Jadi untuk radio kenapa tidak diwujudkan ini. Membuat iklan pendek namun efektif . Dan pendengartidakbosan untuk mendengarkannya


Yang saya tahu radio menurunkan harga sementara durasinya molor itu yang kurang tepat dari sisi ilmu periklanan . Mereka beralasan kalau jaman sekarang kaku dalam menerapkan harga maka akan rugi . Itu betul karena radio tidak punya nilai tawar kurang mampu memberi saran dan masukan edukasi pada pengiklandan pada team penjualan .

Lalu kembali pada short spot radio tadi apa yang bisa kita ambil pelajaran dari jajaran etalase produk di supermarket ?. ya jelas radio mesti menjual iklan jangan hanya dengan durasi 1 -2 menit tapi jual juga durasi 10 detik sampai 15 detik . Katakanlah iklan dengan durasi 1 menit harganya Rp 50.000 pertayang tapi dengan shor spot durasi 10 -15 bisa dengan harga Rp 10 .000 -15.000 ribuan pertayang . Atau bila kita jual paket-an maka biasanya paket per-tiga bulan harganya 5 juta-an maka dengan shor spot bisa 1,5 jutaan . Atau paket satu bulan harganya bisa 300 ribu masing-masing 3 kali tayang perhari
Namun rencana itu tentu tidak akan mulus bila radio tidak memberikan penjelasan /.edukasi pada client. Atau radio sendiri tidak memberikan edukasi pada team pemasarannya untuk menggebrak pasar dengan cara menawarkan short spot.
Sebagai awak radio saya selalu belajar menjadi pendengar saya merasa nikmat dan gampang mengingat ketika ada iklan dengan durasi yang singkat tapi dengan kata kunci yang tepat . contoh “ SUPERMARKET ABCDE DIJAMIN MURAH , BERKUALITAS DAN LENGKAP , BUKTIKAN DATANG SEGERA DIJALAN ABC NO 11 DENPASAR “ Contoh lagi “KURSUS MENGEMUDI ABCDE CUKUP BELAJAR DUA HARI PASTI LANCAR HANYA 200 Ribu HUBUNGI ABCDE KURSUS MENGEMUDI TELP 0361428XXXX” bahkan saya pernah dengar ada iklan sebut saja merknya COURTS kalimatnya singkat sekali “ Tungga Apalagi Ayo ke Courts “ benar-benar singkat dan ada dua versi yang di pajang yaitu “Courts Bring value easy day “
Tidak menutup kemungkinan dagang pecel lele di pinggir jalanpun berani pasang iklan di radio karena ada paket “sachet-an spot radio “ contoh : Pecel Lele Yang Nikmat dan terbukti disukai banyak orang hanya ada di Pojokan jalan ABCD Pecel LELE PAK AHMAD Informasi Hubungi Hp 081233xxxx” contoh lain “ Hubungi HP 08136xxxx untuk memperbaik computer anda dijamin cepat selesai dan lebih murah” contoh berikutnya nya “Mobil anda mogok dijalan jangan kuatir Service mobil panggilan semuamerk hubungi HP 08123xxxxx” dan contoh yang lebih seru pendeknya : Dijual rumah tanpa perantara luas 3 are dijalan Diponegoro no xx denpasar harga”
Dengan adanya info tentang short spot ini bukan berarti saya mengenyampingkan iklan durasi satu menit tapi lebih pada upaya strategi meraih pasar yang belum tergarap atau meraih pangsa yang lebih luas . Pada akhirnya semua memang berpulang pada kepiawaian team penjualan…ayo siapa yang mau merebut peluang ini .


0 komentar:

 
Powered by Blogger