Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Senin, 14 September 2009

18 Kesalahan Saat Wawancara

Media Cetak,Media Online ,TV dan Radio pasti sepakat bahwa wawancara itu adalah urat nadi agar sebuah informasi itu bisa menarik dan”hidup” Dan khusus untuk Radio dan TV bukan lagi sekedar urat nadi tapi sebuah pertaruhan nama baik atau prestasi sebuah institusi Radio atau TV .
Wawancara bisa jadi adalah tehnik yang paling penting dan paling sulit . Kecerdasan penyiar radio patokannya adalah cara dia wawancara . Ada beberapa langkah untuk bisa menjadi seorang pewawancara yang handal yaitu 1. Latihan yang Tekun 2. Praktek dan perbanyak jam terbang 3. Meniru cara wawancara orang yang sudah sukses . Bila orang melaksanakan ini maka teori yang njlimet didalam buku tidak terlalu dilihat . Ketika langkah itu sudah dijalankan selanjutnya penyiar ini akan selalu diatas angin dan membuat wawancara yang sepele menjadi sangat menarik dan wawancara yang berat menjadi tetap menarik dan tidak ada beban


Akhirnya berbahagialah penyiar-penyiar yang sudah memiliki Intuisi yang peka dan selalu konek dengan kondisi apapun . Banyak penyiar yang cerdas tapi belum tentu bisa wawancara ,karena tidak punya pengalaman dan jam terbang yang cukup untuk acara wawancara.
Wawancara akan selalu menjadi momok menakutkan bagi penyiar baru bahkan penyiar seniorpun masih bisa merasa bingung bila belum punya persiapan ,artinya bila kita belajar wawancara tidak ada istilah tamat dia akan harus terus belajar karena ilmu wawancara terus berkembang . Penyiar yang senior sekalipun bila tidak mood bisa menghasilkan sebuah wawancara yang tidak bermutu .
Tulisan ini untuk sekedar bayangan saja bahwa elemen wawancara itu sangat banyak dan luas. Bila tulisan ini berisi tentang jenis-jenis wawancara maka ini hanya sekedar bayangan bahwa wawancara itu gampang tapi sulit bisa juga sulit tapi gampang ..apakah bingung baca kalimat ini . Oke mari kita bayangkan :
Wawancara Langsung/Live
1. Wawancara Berita langsung ditempat kejadian (on the spot) Adalah wawancara untuk mendapatkan jawaban langsung apa adanya . Wawancara ini akan memberikan suasana “segera”. Inilah kelebihan radio Berita yang menerapkan ketersegeraan yang begitu sempurna. Wawancara ini untuk mencari materi factual dan materi audio.
2. Wawancara langsung di studio : Wawancara ini atas dasar undangan dari Radio kepada narasumber dan berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi bisa juga karena inisiatif narasumber untuk meminta diwawancarai.
3. Wawancara Langsung via telpon Telpon : wawancara ini lebih dikarenakan masalah narasumber yang tidak mungkin datang kestudio dan juga karena mengejar ketersegeraan ,actual
Wawancara Tidak Langsung
1. Memperdengarkan rekaman wawancara berita actual yang sudah di edit. Biasanya ini dilakukan untuk tujuan agar isi lebih efektif waktu dan mencari poin-poin jawaban sehingga diperlukan proses editing.
2. Wawancara untuk tujuan promosi wawancara ini tentu tujuannya agar menarik materi didalamnya tentu disiarkan tunda untuk kepentingan sponsor/pengiklan
Dari dua Jenis itu tentu tujuannya sama mengejar hal-hal yang actual.
Dan mengenai tips wawancara seiring dengan waktu berjalan selalu mengalami perkembangan dan standard masing-masing radio tentu beda-beda dalam strategi wawancara .Namun demikian saya coba inventarisir kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pewawancara dalam hal ini saya sebut saja penyiar ketika wawancara :

1. Penyiar Tidak punya planning sebelum wawancara, tidak mempelajari apa materi wawancara juga pengaturan waktu saat wawancara . contoh bila narsumber 3 orang apa strategi pengaturannya. Sehingga sering narasumber yang seharusnya lebih penting untuk diungkap keterangannya malah kebagian sedikit waktu itupan mendapat pertanyaan yang sepele .
2. Penyiar bertanya dengan kalimat bertele-tele dan mutar-mutar,akhirnya inti pertanyaan jadi kabur.
3. Penyiar terlalu kaku dengan dengan daftar pertanyaan yang ia pegang . Seharusnya daftar pertanyaan diipakai untuk umpamanya bila kita tidak puny ide pertanyaan lagi baru melihat daftar. Jadi sebaiknya hinder membaca daftar pertanyaan.
4. Penyiar tidak memperhatikan dan jeli pada point ucapan yang terlontar padahal itu bisa dikejar untuk diperdalam dan dipertajam.
5. Penyiar minder dengan sang naraumber yang mungkin orang terkenal dan memiliki kedudukan terhormat
6. Penyiar tidak memposisiskan diri pada kesamaan derajat sehingga dia menggunakan kalimat yang menunjukan rasa hormat contoh : Penyiar kikuk kalau kalau menggunakan kalimat “anda” ..
7. Penyiar tidak paham posisi dirinya adalah pewawancara tapi malah dia sering beropini.dan berkomentar .Ketahuilah pendengar itu yang ditunggu adalah jawaban narasumber bukan opini sang penyiar . yang ditunggu pendengar adalah pertanyaan yang mewakili perasaan pendengar . inilah hal yang cukup sulit yang harus ditempuh . (diblog ini kami pernah menulis PRESENTER HARUS BELAJAR JADI PEMIRSA silahkan dibaca kembali)
8. Penyiar terlalu pasrah dengan jawaban narasumber dan membiarkan narasumber bicara sampai habis padahal jaswaban yang panjang tidak mengandung unsur pengungkapan fakta . Solusinya sela dengan pertanyaan yang lain.
9. Penyiar entah disengaja atau tidak menatap wajah narasumber dengan wajar
10. Penyiar j memperlihatkan posisi seolah hakim atau polisi yang punya prinsip menginterogasi banyak narasumber tidak suka dengan cara seperti ini .Bukankah seseorangyang mau diwawancarai sudah memberikan pengorbanan waktu dll?
11. Penyiar sering mengeluarkan kalimat penegas yang mubazir
.contoh
Narasumber : saya merasa ini sebuah ketidak adilan yang saya rasakan
Penyiar : Ohh jadi ketidak adilan yang anda rasakan
12. Penyiar tidak netral dalam wawancara seharusnya penyiar itu independent.
13. Penyiar terlalu gampang diatur narasumber untuk mengeluarkan daftar pertanyaan yang disediakan narasumber sebaiknya penyiar jangan mau diatur.Kecuali kalau itu wawancara promosi ,itupun penyiar tetap tidak kaku .
14. Penyiar mengelurakn pertanyaan kalimat awal mubazir “pertanyaan berikutnya adalah”, “kalau boleh kami tahu”,
15. Penyiar mengeluarkan bunyi yang mengganggu seperti Oh ya ya..Oh ya ya, he eh, he eh .
16. Penyiar terjebak debat berkepanjangan
17. Penyiar tidak peka jawaban narasumber itu tajam atau tidak
18. Penyiar tidak mampu mengeluarkan improvisasi yang disengaja dan improvisasi reflek.
Wawancara adalah urat nadi bagi sebuah radio berita dan juga sebagai patokan profesional atau tidak sang penyiar . Jadi apakah kita mau jadi penyiar yang biasa-biasa saja atau luar biasa tinggal pilih…….

1 komentar:

Raini Munti mengatakan...

halo pa kabr?:)

 
Powered by Blogger