Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Rabu, 27 Mei 2009

"Syndrome " Pengulangan Kata Pada Penyiar


Evaluasi penyiar merupakan keharusan di instiusi Radio khusus untuk penyiarnya . Mendengar hasil rekaman siaran penyiar saat siaran adalah sesuatu yang efektif dilakukan karena disana ada bukti yang nyata atas kekurangan dan kelebihan penyiar . Lalu catat daftar kekurangan kita dari penggunaan kalimat,pemutaran lagu termasuk mixing dan wawancara diudara

Terkadang sebagai penyiar selesai siaran lalu pulang selanjutnya tidak ada upaya bertanya pada diri sendiri : kurang apa aku ya?? . Memang sulit untuk mengetahui kekurangan sang Aku, tanpa bantuan penilaian orang lain agak sulit. . Saya jadi ingat kata sebuah iklan produk parfum yang mengatakan bau pada tubuh kita tidak bisa kita cium . Itu artinya orang lainlah yang mampu mengendusnya . soal endus mengendus biasanya pemirsa ahlinya . AMatan saya bukansebagai ahli bahasa tapi mengamati pertilaku saat bicara diudara.

Pernahkan kita mendengar Penyiar ,Master of Ceremony (MC) nasumber ,atau masyarakat umum kalau bicara menggunakan kata yang terulang-ulang. Kondisi ini terjadi benar-benar tanpa disadari oleh yang bersangkutan . Pengulangan kata juga sering terdengar dari masyarakat umum saat berkomunikasi. Pengulangan kata yang dilakukan oleh masyarakat umum kita maklumi saja karena mereka tidak menjadi penyiar . Tapi yang menjadi sorotan adalah justru ini dilakukan oleh penyiar sebagai ujung tombak dan panutan . Saya merasa yakin ini dilakukan tanpa disadari ,walaupun sepele tapi mengganggu . Bila ini terjadi pada penyiar maka pemirsa akan menilai apakah penyiar ini tidak punya koleksi kalimat? .. Nah sekaranglah saatnya kita menyadarinya .

Seorang pendengar ketika beropini diudara disapa pendengarnya …”halo selamat pagi mbak oke . …lho nama saya bukan oke pak . Penyiar ini kebingungan ,sehabis siaran dia masih bertanya kenapa aku dipanggil mbak oke . ternyata selidik punya selidik sang penyiar ini sering menyebut kata oke terulang-ulang . Padahal dia termasuk penyiar idola dan senior .

Cerita lain seorang teman memanggil saya untuk mendengarkan penyiar radio tetangga .lalu dia bertanya ceritanya ngetes apa saya ini jeli atau tidak “ ayo tebak apa yang aneh dari penyiar ini ?” tidak ada yang aneh kata saya cuma yang kurang ada ternyata penyiar ini banyak mengeluarkan suara yang tidak perlu dan terlalu banyak mengulang-ulang suara tanpa arti dan ini sangat mengganggu . Betul kata teman saya tadi . Kemarin ketika dia siaran dirinya iseng-iseng menghitung bahwa penyiar yang ia dengar ini mengucapkan kata “ gitu ” itu sampai rata 25 -30 kali dalam satu sesi bicara .

Bukan hanya kata “ oke”, “gitu” saja tapi jenis suara-suara reflek tanpa makna pun saya pernah dengar dari penyiar seperti suara “ee” atau “emhh” terulang-ulang .

Kenapa kondisi ini bisa terjadi biasanya ini terlontar ketika ketika penyiar bicara improvisasi tanpa teks .Dan secara iseng saya pernah menghitung satu sesi bicara bisa penyiar mengeluarkan kata “Ee” sampai 27 kali.padahal dia katagori penyiar senior . Tidak ada yang salah dari kata “okey atau suara “Ee” ini bentuk ekpresi tapi karena terualng-ulang terus menerus akanmenjadi gangguan serius.

Ketika pertama kali siaran secara pribadi saya juga pernah kena syndrome pengulangan kata yaitu kata ‘ jadi “ secara berulang . Saya tidak sadar malah yang menyadarkan saya adalah pendengar menelpon saya . “ Mas jadinya jangan kebanyakan “katanya memberi saran.

Ini salah satu bukti terkadang pendengar lebih tahu dan jeli terhadap hal-hal yang aneh dengan ponyiarnya . Dari kasus yang saya kumpulkan, ternyata ada beberapa kata atau ,kalimat dan suara yang berpotensi disuarakan terulang-ulang seperti :
1. Yang mana
2. Okey
3. Dalam artian
4. Sebutkan saja
5. Ee
6. gitu
7. Dari pada
8. Dan
9. Baiklah
10. Katakanlah
Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam bahasa bebas saya pribadi inilah yang disebut dengan Syndrome Pengulangan Kata (SPK) syndrome ini ada yang segera bisa hilang tapi ada yang susah menghilangkannnya. Syndrome ini hanya masalah penyakit kebiasaan ,dan kebiasaan ini jarang yang berani menegur. Atau bisa jadi yang mendengar tidak sadar kalau ada sesuatu yang aneh dari kebiasaan penyiar bicara. Mengertikah anda apa yang saya maksud ?. syndrome ini terjadi bukan hanya pada penyiar baru tapi penyiar senior juga ada entah itu penyiar TV atau radio terutama ketika bicara tanpa teks .


Bagaimana solusi atau tips untuk menghilangkan kebiasaan ini bukankah ini yang penting.. berdasarkan pengalaman pribadi inilah caranya : :

1. Latihan bicara sendiri seolah siaran dan rekam
2. Bila ada, tulis di secarik kertas lalu tulis : “Jangan banyak ngomong Okey ” atau tulis “Okey jangan keseringan ” tulisan ini taruh di atas mixer /meja saat kita siaran . Sederhana bukan


Pengulangan kata sering juga terjadi pada tulisan seperti kebanyakan "yang"dan lian-lain
Tips ini bisa langsung menyembuhkan dan ada yang melalui proses beberapa hari akhirnya hilang .




1 komentar:

Partnershiip mengatakan...

postingan yang bagus tuhh buat yang mau jadi penyiar radio..terus maju sukses

 
Powered by Blogger