Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Senin, 25 Mei 2009

Penyiar Dan Pantangannya

Selama ini sering ditanyakan adakah hubungan antara kualitas suara dan makanan ,jawabannya ternyata masing-masing orang kondisinya beda-beda , Apa lagi awaban pakar beda-beda . Dan inilah jalan tengah yang saya amati soal makanan . Selama ini yang menggunakan suara adalah para penyanyi penyiar , voice over ,profesi dalang , bukan itu saja para motivatorpun juga mengandalkan suaranya ketika tampil . Ini bukan hasil penyelidikan secara ilmiah tapi hasil sharing antar penyiar juga berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing.

Ternyata bukan hanya makanan , minumanpun terkadang mempengaruhi kualitas suara dan kondisi tenggorokan. Ada yang anti makanan berminyak ketika akan siaran ,sebab katanya akan membuat suara menjadi licin begitu bahasa yang mereka gunakan artinya kalau diterjemahkan suaranya tidak “keset” suara diudara seperti orang yang baru makan .
Penyiar juga ada yang anti ngemut permen sebelum siaran karena katanya akan merangsang produksi ludah . Tentu ini bukan semua penyiar mengalami . Cairan ludah yang biasanya akan menganggu saat baca karena mendorong seorang penyiar untuk menelan ludah . Saat menelan ludah itulah meneyebabkan penyiar saat baca atau bicara ada jeda yang tidak pada waktunya.

Ada juga yang anti makan kacang karena ketika siaran sisa-sisa kunyahan kacang walaupun sebasar pasir akan merangsang tenggorokan untuk berdehem. Ini tentu akan menganggu saat siaran . Makanya terkadang kita sering mendengar penyiar mengucapkan maaf diudara karena berdehem dan batuk kecil. Nah untungnya kebaanyakan penyiar merangkap jadi operator jadi reflek untuk menutup potensio mic begitu cepat sehingga batuk tak terdengar . lalu bagaiaman yang di “operatori” tentu dehem ,batuk bisa kebablasan..

Bukan hanya kacang ada juga penyiar yang anti makan apapun ,saat dan sebelum siaran.. Jadi menurut saya tidak ada yang pasti tentang makanan yang mengganggu . Minuman juga bila mengandung rasa manis akan menggu, Cuma dalam amatan saya air putih memang minuman yang netral yang tidak mengganggu…
>Sekedar tahu saja profesi dalang-dalang tradisional seperti di Bali malah memberi tips untuk meminum minyak kelapa agar sukses tampil.,konon ketika bersuara dengan karakter raksasa bisa pas.

Saya secara pribadi anti makanan yang goreng-gorengan sebelum siaran karena akan mempengaruhi ketebalan suara dan kejernihan suara. Jadi saran saya untuk mengetahui pantangannya lebih baik penyiar selidiki sendiri untuk merasakan dulu makanan dan minumannya kalau ternyata akan membuat baik dan

Sekali lagi kondisi masing-masing orang beda ada yang tidak ada pantanganya sama sekali suara tetap stabil dan lancar-lancar saja . Itu baru makanan dan minuman bagaimana dengan rokok ? kalau bisa saya sarankan penyiar itu perjuangkan tidak menjadi perokok . Karena potensi gangguannya lebih banyak pada penyiar yang perokok seperti batuk sering berdehem bahkan gangguan kesehatan lain. Walaupun ada sebagian penyiar yang merasa lebih sreg dan mantap bila merokok . Saya pernah amati ketika penyiar putar lagu sedikit-sedikit keluar dari call box hanya ingin mengisap rokoknya yang sudah parkir di asbak..


Termasuk jenis penyiar seperti apakah anda dalam hubungannya dengan makanan dan


4 komentar:

ettachan mengatakan...

wah penyiar nih? hehe
waktu itu saya pernah main2 ke radio prambors ngambil hadiah, di deket resepsionis nya ada penyiar perempuan lagi ngerokok, sekalian baca2 kayaknya mau siap-siap on air. ngerokok biar suaranya jadi terkesan berat ya? hmm.

Kopenx Blog mengatakan...

Wah, ngerokok dulu yah..:D

Kopenx Blog mengatakan...

Wah harus ngerokok dulu yah... :D

eagleval mengatakan...

ternyata ada pantanganya juga ya

 
Powered by Blogger