Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Kamis, 26 Maret 2009

PENYIAR PELUPA



Inilah tiga kesalahan awal seorang penyiar Radio dan TV yang kadang-kadang saya lihat dan dengar di Radio dan TV . Ini menunjukan ketidaksiapan penyiar . Ketidaksiapan penyiar akan menunjukan efek penyiar ini dianggap tidak profesional. Penyiar yang BIASA-BIASA SAJA di Bali dan Indonesia banyak tapi penyiar yang ahli dan punya nilai PLUS masih sedikit .Untuk menjadi penyiar yang punya nilai Plus jangan menyepelekan hal kecil ini . Ketidaksiapan penyiar ini sengaja atau tidak bisa merusak kredibiltas penyiar dan instusi .



Kesalahan itu diantaranya:
1. Salah menyebut Nama Nara sumber atau tidak hapal,lupa dan sebagainya
2. Pertanyaan yang salah tunjuk /salah alamat
3. Tidak mempelajari thema persoalan.

Saya Sering mendengar seorang penyiar radio dan Tv ketika ditengah-tengah acara wawancara lupa nama nara sumber,kalau tidak lupa salah sebut dan salah tunjuk .sebagai contoh .:” Bapak winaya bisa dijelaskan tentang pengalaman anda ?”. Terus yang ditunjuk mengatakan “maaf saya bukan winaya saya suparwa”..,oh maaf kata presenternya,lalu narasumber yang namanya winaya mengatakan : “..yang winaya saya pak !” .

Menurut saya kejadian ini menandakan kurang siapnya sang penyiar untuk wawancara . Saya mengerti penyiar juga manusia ,salah itu manusiawi tapi kesalahan itu jangan menjadi ciri ciri-khas ingat sekali lagi JANGAN JADI CIRI KHAS . Kejadian ini biasanya terjadi bila narasumber yang diwawancarai ada 3 orang atau lebih . Kemampuan para penyiar dalam menghapal wajah dan nama narasumber berbeda-beda Wajib hukumnya dalam siaran walaupun sang penyiar baru mengenal narasumber 30 menit menjelang siaran, tetap harus hapal wajah dan nama . Jangan kalah sama presenter bola menyebut 22 orang pemain bisa .


Nah kalaupun diantara kita susah untuk menghapal nama ,wajah dan jabatan dan titelnya yang berderet sebenarnya ada solusi yang juga pernah saya praktekan sendiri. Yaitu mengambar peta posisi duduk nara sumber selembar kertas dengan menulis nama dan jabatannya.

Kesalahan penyiar ternyata bukan hanya soal salah sebut nama saja tapi kompetensi mereka untuk menjawab pertanyaan kita juga harus diperhatikan . contoh “Apa strategi anda untuk pemasaran produk ini …?.”. lalu nara sumber yang pengusaha ini mengatakan “itu pertanyaan sebaiknya ditujukan pada saya saja untuk menjawabnya “… bukan kah ini KACAU namanya . Bukankah kita tidak mungkin tanya tentang strategi pemasaran pada nara sumber yang posinya saat wawancara sebagai konsumen.,seharusnya ditujukan pada pengusaha .

Tapi kalau salah sebut nama salah tunjuk dalam sebuah acara obrolan santai malah bisa menjadi sumber inspirasi untuk membuat hidup (nah kalau kesalahan sebagai sumber pemikat acara lain hari kita bahas )

1 komentar:

e-je mengatakan...

mungkin selain ketidak siapan juga ada rasa canggung dan klo kata orang sunda itu geumpeur hehehehe...
kebayang klo saya jadi itu, pasti lupa terus hehehe..

 
Powered by Blogger