Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Kamis, 02 Oktober 2008

Membaca Berita Dan Proses Peniruan

Meniru adalah sifat yang khas dari manusia . Dari Kita berumur balita ,insting meniru selalu muncul . Contoh sewaktu kecil bila kakak kita menyanyi atau berkata-kata sang balita meniru bersuara walaupun sekenanya . Bukan hanya meniru dari sisi suara saja dari kelakuanpun kita sering meniru kelakuan kakak atau teman dan banyak lagi kelkauna tiru meniru ini .

Dalam sektor apapun proses peniruan selalu muncul seperti dalam dunia bisnis misalnya ada orang sukses berbisnis atau hp banyak yang meniru sehingga dimana-mana orang pada banyak bisnis pulsa atau hp . Bukankah meniru selama itu positip itu sah-sah saja ? . Maka tidak berlebihan bila saya katakan “malu meniru yang baik sesat dijalan”. Tentu ada proses peniruan yang negatif seperti meniru jadi maling,koruptor dan yang ini malah meniru sesat di kuburan .

Baiklah kita tidak usah bahas wilayah para ahli kejiwaan tentang peniruan itu . Tapi kita bahas bagaimana proses meniru untuk bisa membaca naskah atau berita dengan baik dan benar. Menurut pengalaman yang sering saya lakukan setiap saya menonton TV atau dengar radio saya selalu menunggu penyiar idola atau Voice Over Talent (VOT) yang saya anggap baik .

Kebiasaan yang saya lakukan adalah merekam setiap kemunculan sang penyiar baca berita dan ketika dubber iklan muncul . Saya juga suka merekam loga-logat daerah tertentu untuk saya tiru . Kegiatan merekam ini tentu harus cari waktu luang .

Kalau sebagian orang pada pindah chanel ketika iklan itu muncul maka saya justru memindah chanel ketika acara muncul dan cari chanel lain yang menayangkan iklan. Jadi ada beberapa hal yang saya tiru yaitu lekak-lekuk suaranya atau cengkoknya . Saya teliti juga nada baca naik atau turun ,penekanannya gimana ,Ketika menyebut nama orang dan nama tempat adakah perubahan tekanan .

Karena kebiasaan meniru seperti inilah semakin menyadarkan pada diri saya akan kebesaran Allah Swt yang telah menciptakan suara manusia yang berbeda-beda seperti sidik jari yang berbeda-beda.

Satu hal yang perlu diingat kita tidak mungkin mampu meniru secara persis suara –suara orang tapi kemampuan kita hanya mencari kemiripannya saja . Karena pada dasarnya karakter suara susah ditiru secara persis tapi gampang ditiru dengan predikat mirip. Bila miripun tidak bisa “didekati’ maka tirulah caranya memperlakukan kata perkata dan kalimat perkalimat .

Tidak usah takut dianggap sebagai pemalsu suara karena di Indonesia dan didunia belum ada undang-undang peniru suara . he he .

Lalu bagaimana tehnik meniru rekam suara penyiar yang berpredikat The Best caranya yaitu :
1. Rekam saat ia siaran berita lalu dengarkan .
2. Setelah merekam Salin dan tulis naskah siaran dari tape recorder di buku lengkap dengan titik dan koma.
3. Putar berulang ulang satu kalimat saja dari rekaman tadi lalu tiru gaya nya dengan membaca teks yang kita tulis . Kalau kalimatnya agak panjang tiru setengah kalimat saja .
4. Rekam tiruan suara kita lalu kita dengarkan .
5. Jangan minder bila suara kita jauh dari harapan ,cobalah terus .
6. Cara yang sama juga bisa anda lakukan bila ingin meniru dubber iklan yang anda idolakan .

Saya yakin bila kita tidak mampu mendekati kesamaan suara yang ingin kita tiru minimal gayanya sudah mendekati . Dan mulai dari sekarang biasakanlah bila ketika membaca koran harus dengan bersuara keluar (Jangan membaca dalam hati ). Ketika sedang membaca buku literatur apapun harus selalu dengan suara keluar. Kebiasaan inilah yang akan melatih kereflekan kita dalam membaca berita.

Kebiasaan bersuara keluar ketika membaca koran membaca majalah,literatur selalu saya lakukan sejak saya SMP sampai sekarang , saat itu memang tidak ada yang memberi tahu saya . Tapi saat itu entah kenapa saya suka gunakan cara saya sendiri . Saya cuma senang mendengar suara sendiri karena belajar dengan membaca suara keluar itu lebih masuk keotak ketimbang dalam hati .

Saya lakukan kebiasaan ini dan ada teman yang dengar kebanyakan selalu mengatakan suaramu kayak penyiar lho. Tapi saya cuek saja karena saat itu tidak kepikiran mau jadi penyiar atau Voice Over Talent .

Yang ada dibenak saya suka dengar suara saya sendiri karena mampu bikin belajar jadi nyaman dan masuk otak . Teman yang dengar saya bersuara keenakan dia juga secara tidak langsung menjadi belajar tentang isi buku pelajaran. Tapi tidak jarang ada teman yang terganggu karena merusak konsentrasi akhirnya sayapun menjauh atau mojok ketika baca. . Bahkan saking gilanya saat ketemu spanduk dijalan saya pun baca dengan kencang dengan suara keluar. Membaca itu ada teorinya proses meniru adalah jalan pintas yang cukup efektif untuk mampu membaca berita yang baik dan benar .

Bukan hanya dengan suara keluar sayapun punya kebiasaan selalau bawa tape recorder kecil tahukah anda apa fungsinya ketika saya belajar pelajarans sekolah dengan suara keluar saya selalu rekam . Rekaman inilah yang saya putar sambil tidur-tiduran dan sekaligus mencerna isi buku lewat suara saya asyik khan...Ini juga bisa dipakai tips buat para pelajar untuk berinovasi cara belajar yang sudah saya terapkan bertahun –tahun . Gara-gara ini akhirnya sayapun di beri gelar “kutu rekaman” he he mendingan dari pada kutu he he Bukan ini saja yang bikin mereka kasih gelar kutu rekaman ini juga akibat dari ulahku sama teman yang suka menyadap pembicaraan . Dosen yang lagi ngajarpun saya rekam dan sampai dirumah baru saya dengar suara dosen itu sambil saya catat pelajarannya sekaligus saya tiru gaya mengajarnya .

Bram Wijaya …Idul Fitri 2008




0 komentar:

 
Powered by Blogger