Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Rabu, 24 September 2008

Baca Berita Tanda Koma dan Nada Suara

Saat penyiar baca berita kita sering dibingungkan dengan kelakuan si koma . Tanda baca ini saking pentingnya mungkin diadopsi dalam dunia kedokteran dengan istilah keadaan koma artinya sang pasien tidak sadar diri atau gawat . Atau mungkin dunia kedokteranlah yang mengadopsi koma dari pelajaran tulis menulis . Tapi koma yang satu ini akan berakibat gawat bila tidak tahu cara mengelola tanda koma

Tahukah anda gawat yang pertama adalah : pemirsa bingung isi kalimat itu apa sebenarnya sehingga akan mengakibatkan multi tafsir,karena daya tangkap telinga pemirsa.beda-beda.

Gawat yang Kedua akan berakibat sang penyiar seperti kehabisan nafas dan kalau ini terlihat di layar kaca akan bikin susah tidur. Masih mending radio penyiarnya kalau salah baca mujkanya nggak kelihatanmasih tertolong bukan .

Jangan pikirkan gawat saja dong tapi si koma itu justru yang akan bikin kalimat kita ini ada “roh” nya dan yang akan bikin suara kita “ berjodoh” dengan kupingnya.

Saya sering berikan presenter saya contoh naskah yang kalimatnya panjang dan tidak ada titiknya atau isi kalimat dari awal sampai akhir koma terus . Apa yang terjadi capres (calon presenter ) ini seperti habis lari jauh dan nafasnya terengah-engah . Kenapa karena capres tidak memanfaatkna tanda koma untuk “mencuri nafas “.

Kami sering gunakan istilah curi nafas sebab ketika ketemu koma dua tiga kali tidak ambil nafas masih kuat tapi saat koma ke berikutnya tidak curi nafas akan gawat. Curi nafas bisa diartikan dengan mengambil nafas separuh/ambil nafas cepat . Beda dengan tanda baca titik bila ketemu memang harus ambil nafas penuh.

Lihat bagan dibawah ini dan lihat dan nikmati keribetannya he he asyik khan

Berulang-ulang saya mengatakan teori baca berita itu memang ribet tapi kalau terbiasa akan menjadi reflek dan bukan merupakan beban.

Itu baru soal nafas belum lagi soal bagaimana perlakuan sikoma terhadap nada baca naik atau turun itu ada teorinya . Hal yang paling bagus dalam –pelajaran baca berita adalah dengan mendengarkan serta mendengarkan contoh percakapan kita sehari-hari ,kenapa? Karena cara bicara kita di alam nyata ini sebuah contoh dan bukti yang paling nyata .
Untuk Lebih Jelasnya silahkan buka File suara di Box Baca Berita dengan Tanda Koma 1 dan dengarkan juga Baca Berita dengan Tanda Koma 2

(Bram wijaya ,Ramadhan malam 1000 bulan


0 komentar:

 
Powered by Blogger