Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12. Bisnis Global Pukul 10-11 The Power Of Dreams pukul 11-12 Wita Bila kami OFF LINE status menjadi recorded live

Senin, 04 Agustus 2008

INILAH BACA BERITA YANG BENAR

Kalau kita simak baik-baik menurut saya membaca naskah di dunia siaran itu macama macam jenis dan kondisiinya . Berikut saya bahas tuntas teori membaca dan contoh suaranya yang bisa anda dengar melalui blog BRAM’S VOICE dan beberapa contoh suara yang belum benar atau bukan aliran ALAMI tetapi aliran sesat he he . Tips ini akan bersambung terus makanya rajin-rajin saja dengerin di Blog ini

Ingatkah kita saat disekolah dasar ?, ya guru kita saat itu akan merasa puas kalau kita sudah bisa membaca . Tapi pernahkah guru kita mengajari agar kita mampu membaca bukan sekedar bisa membaca ? Bisa membaca itu arti sederhananya tidak buta hurup tapi orang yang bisa baca mampukah membaca naskah agar orang bisa mengerti apalagi membuat indra dengar kita nikmat mendengarnya?. Jawabannya belum tentu . Bahkan orang yang katagori suaranya baguspun kalau tidak tahu tehnik baca bakal bikin dahi mengernyit. Tapi kondisi guru saat itu mungkin tidak akan kita salahkan karena tidak ada kurikulum ilmu baca apalagi ilmu membaca untuk siaran. (Dengarkan contoh baca naskah ini , Nama File audio :Tips Bram Baca Naskah 1 )


Pernahkah para guru atau para penyusun kurikulum berpikir bahwa ada sebuah profesi yang modal utamanya adalah kemampuan membaca seperti Presenter tv dan Radio ?. Dalam perkembangan selanjutnya ilmu baca ternyata juga dibutuhkan bagi pejabat publik yang selalu berpidato memberi kata sambutan baik tanpa teks atau pakai teks. Ilmu baca berkembang lagi dan ternyata sangat berhubungan dengan ilmu seni bicara dan akhirnya dibutuhkan juga bagi professional yang yang ingin mempresentasikan produknya,akhirnya dalam perkembangan semua lini butuh Seni Bicara .

Jadi seorang penyiar atau voice overtalent harus mengerti kebutuhan baca naskah itu untuk apa . Sebagai contoh sederhana membaca naskah berita bahagia dan sedih itu beda dan ada tehniknya. Kalau kita simak baik-baik menurut saya membaca naskah di dunia siaran itu macam macam jenis dan kondisinya tergantung kebutuhannya untuk apa .
1 Naskah berita
2. Naskah feature
3. Naskah tajuk /editorial-naskah dialog.
4. Naskah dialog
5. Naskah iklan

Perhatikan Tanda Baca :
Tanda tanya (?) Nada baca Naik
Tanda Baca Titik (.) Nada Baca Turun (bukan turun melemah tapi tegas )

saya sering mendapat pertanyaan seperti ini …Mas Bram apa sih tanda-tandanya kalau kita ini baca naskah berita dengan baik ketika on air ?. Pertanyaan itu saya kembalikan pada yang nanya dan saya balik nanya ,kalau anda senang pada apanya ketika penyiar radio baca berita . Ia menjawab ketika saya dengar berita itu dari penyiar saya terjadang bingung apa yang dia maksud dan adakalanya ada penyiar saat baca saya ikut terbawa emosinya sepertinya saya ada di suasana itu. . NAH ITU DIA !!! kata saya .

Dalam dunia teater selalu diajarkan tentang seni peran yang mengandalkan suara dan gerak tubuh. Hal ini sama dengan Presenter TV cuma bedanya exploitasi gerak dan suara lebih banyak dimainkan oleh dunia teater sedangkan dunia presenter memakai seni teater sebagai pendukung kinerja presenter artinya tidak ada exploitasi besar-besaran untuk olah suara dan gerak tapi seperlunya .

Dalam seni peran diwajibkan mengolah sikap mental maka dalam dunia presenter juga sama . Sebagai contoh seorang presnter tidak mungkin ketika membawakan berita tentang bencana alam gaya suaranya ceria dan sebaliknya keceriaan digunakan gaya suara yang tidak pas dengan expresi datar . Production house periklanan sangat fanatik untuk memilih dengan tepat peran tertentu dengan mencari karakter suara dan karakter wajah yang tepat.

Jadi Seni bicara erat kaitannya dan tidak bisa dipisahkan dengan seni baca . Apakah sekarang kita masih berpikir presenter itu yang penting sudah bisa baca ,yang penting sudah ganteng dan cantik , yang penting sudah terkenal Gak perlu macam-macam lagi ?

Gaya yang digunakan dalam membaca berita saya memberikan dengan istilah GAYA ALAMI yang merupakan hasil transformasi cara bicara alami manusia dalam bergaul dalam hidup sehari-hari .

Saya sering mendengar gaya-gaya penyiar infotainment membaca atau membuka acara dengan gaya –gaya yang tidak alami atau dibikin-bikin ,atau bahasa Bali nya ngae –ngae . (LIHAT FILE GAYA BACA TIDAK ALAMI )

Dalam kondisi dan kebutuhan tertentu ngae-ngae itu pantas . Lalu ngae-ngae itu kapan dibutuhkan dan pada saat apa jawabannya pada saat kita baca naskah Iklan.
. Saya pernah mendengar seorang penyiar ketika dia bicara didarat sama saya suaranya wajar-wajar saja tetapi ketika diudara dia itu NGAE-NGAE tetapi ketika dia ngae-nage justru tidak kelihatan kalau di ngae-ngae malah tambah baik dan dia mampu bertahan dan tidak lepas kontrol mengeluarkan gaya sehariannya dia . Nah kondisi seperti itu adalah ngae-ngae yang baik. Tapi ada juga seorang penyiar yang coba Ngae-Ngae tapi istilah saya :NGAE-NGAE YANG NGGAK JODOH. (ha ha ada –ada saja ..ya ada dong , Eh tahu nggak terkadang saya pun Ngae-Ngae lho )

Bram wijaya

(Tulisan berikut saya akan kupas tentang membaca naskah dengan SATU KESATUAN BUNYI (SKB) SERTA MENGATUR NAFAS SAAT BACA NASKAH




1 komentar:

Yetendra mengatakan...

Thank om...
blognya bagus n bermanfaat bwt gw yang pemula di radio
Yetendra.
Radio RB FM dharmasraya
http://bayu-dharmasraya.blogspot.com

 
Powered by Blogger