Photobucket
Dengar dan Saksikan siaran saya di Web ini setiap hari pukul 10-12.Dalam acara Bisnis Global kami hadirkan info bisnis aktual, kisah sukses ,motivasi enterpreneur dan info inspiratif lainnya. Bila Anda ingin Menghubungi kami , kontak ke no HP 08123945684, Pin BB 74E96D53 Whatsapp : +6289654775541 Wechat : +6289654775541 FB : @bramwijayabali

Selasa, 08 Juli 2008

PENYIAR RADIO MASIH DIPERSIMPANGAN JALAN

Ada pendapat yang mengatakan penyiar Radio itu pekerjaan yang menjanjikan ada juga yang mengatakan pekerjaan yang tidak menjanjikan . Ada yang mengatakan itu tergantung orangnya apakah dia mau mengelola potensi dirinya dengan baik atau memasarkan kemampuannya untuk go public.

Ada juga pendapat maju tidaknya tergantung daerahnya . Misalnya menjadi penyiar di daerah X nggak jadi maju karena daerahnya kering kemudian di daerah basahpun tidak akan kaya atau bahasa sederhananya nggak bisa nabung karena pengelolanya /menejemennya semelekete . Weleh-weleh karena masih sedikit kesadaran bagi pengusaha yang yang berani merekrut orang profesional saya kira didaerah lain juga sama . Sekali lagi saya tanyakan pada orang bijak , itu tergantung penyiarnya dan tergantung pengusahanya bukan tergantung daerahnya . Saya sering mendengar keluhan dari penyiar tentang kejenuhan tentang gaji kecil . gaji ga sesuai UMR Akhirnya memang banyak penyiar yang banting setir menjadi wiraswasta jualan ini jualan itu. Yang lucunya ada juga pengusaha Radio yang mengeluh penyiarnya bedol desa ke radio baru yang pemodalnya kuat dan gaji berani 3 kali lipat . Menurutku penyiar tersebut sudah mengambil keputusan yang tepat dan solusi yang bagus sekaligus pelajaran buat pengusaha radio tersebut. .

Tapi aku udah pernah survey kecil-kecilan banyak pengusaha radio bilang masih banyak yang antrimau jadi penyiar ngapain takut ditinggal penyiarnya. Tapi akhirnya kita pun sebagai penyiar harus berpikir masih banyak pengusaha dan peluang antri menanti kedatanganku setuju ! nggak . Penyiar bedol desa atau penyiar “nyeberang” bagiku wajar . Ada penyiar yang abadi di kandangnya juga wajarlah.

Hal yang paling buruk adalah ketika seseorang penyiar banyak mengeluh tetapi dia tidak berbuat apa untuk dirinya . Ada juga yang meng SMS saya “eh loe tahu nggak aku diterima di TV Anu …kontrak pertama 10 Jete perbulan “ . Lalu ada berita teman seangkatan terdengar suaranya di VOA dan ada juga yang siaran di salah satu radio terkenal di Jakarta . Laporan lain ada teman yang tetap setia dan loyal sama Radio itu sampai berkarat tetapi ternyata dirinya itu punya bisnis sampingan yang penghasilanya 10 kali lipat gaji penyiar .
Dan inilah keheranan terakhir ada penyiar yang gajinya gede tapi dia malah pindah profesi jadi pegawai negeri duh…apa yang di cari sih ? . Namun masih banyak cerita teman yang kerasan .di Radio karena radio tersebut kuat kokoh dan penyiarnya dimanjakan dengan gaji yang sangat layak lalu bukan itu aja dikampungnya dia bangun rumah yang layak. Penyiar juga ada yang jadi pemilik radio jumlahnya banyak . Penyiar jenis plesiran juga ada yaitu dia siaran itu cuma untuk menghibur diri siarannya didengar atau nggak berkualitas atau nggak yang penting ,.soal kualitas emang gue pikirin sebab dirumah dia udah ada penyangga ekonomi keluarga. Nah silahkan dari cerita ini anda bisa ambil kesimpulan sendiri dah! .. Tapi yang Jelas penyiar jangan tiru anggota DPR taipa tahun cuma ciptakan kasus melulu . aku ga ikut campur. Lalu kesimpulannya apa ya penyiar itu ada dipersimpangan jalan atau dipertigaan jalan atau dijalan tusuk sate apa ya ?. Aku cuma menyarankan jadi penyiar yang peduli dengan perkembangan jaman biar nggak gaptek Dan nggak diketawain sama orang

Lalu aku yang nulis ini tergolong penyiar yang jenis mana ya ? hanya aku yang tahu …..Mat berjuang ya buat penyiar diseantero Indonesia

Uneg-uneg ini buat yang empunya blog ini Bung Bram yang udah membuka kesempatan nulis makasih ya .

BAGAS WARDANA
Bagaswaxxxx@gmail,com




MAKASIH JUGA SERING-SERING AJA

0 komentar:

 
Powered by Blogger